Wali Kota Bandung Sebutkan Tamu Wajib Lapor 1x24jam ke RT dan RW

Wali Kota Bandung Sebutkan Tamu Wajib Lapor 1x24jam ke RT dan RW


Wali Kota Bandung Sebutkan Tamu Wajib Lapor 1x24jam ke RT dan RW
Seputar Berita Update - Wali Kota Bandung Sebutkan Tamu Wajib Lapor 1x24jam ke RT dan RW


Seputar Berita Update - Wali Kota Bandung Muhamad Solihin telah menginstruksikan agar aparat kewilayahan kembali mengintesifkan tamu wajib lapor 1x24 jam. Hal itu untuk mengantisipasi keberadaan para pelaku teror yang menyusup di lingkungan warga.

"Tadi sudah diinstruksikan agar aparat kewilayahan bersama Disdukcapil kembali mendata warga, khususnya pendatang. Siapa pun yang bertamu 1x24 jam wajib lapor ke RT dan RW," kata Solihin di Plaza Balai Kota Bandung.

Secara khusus Solihin juga meminta para camat dan lurah untuk kembali menggerakkan peran RT dan RW sebagai ujung tombak pengawasan karena mereka orang yang paling tahu terhadap warganya.

"Ini untuk meminimalisir terjadinya penyusupan dari orang-orang tidak bertanggung jawab. Kita rapatkan barisan saling mengingatkan," katanya.

Menurut Solihin sudah seharusnya siapa pun yang berkunjung atau bertamu ke lingkungan warga 1x24 jam membuat laporan. Termasuk bagi mereka yang seorang pendatang seperti pekerja dan mahasiswa yang mengontrak atau indekos di lingkungan warga.

Solihin mengatakan bukan tidak mungkin para pelaku teror memanfaatkan lingkungan warga dengan berbagai alasan sebagai samaran agar aktivitasnya tidak dicurigai.

"Perlu kerja sama semua pihak. Kejadian di Surabaya ini untuk mengingatkan kita agar tidak kecolongan. Jangan sampai kejadian seperti itu terjadi di Bandung. Kasihan banyak orang jadi korban, bahkan yang bunuh diri sampai bawa anak," katanya.

Di tempat yang sama Kasatpol PP Kota Bandung Dadang Iriana memastikan pihaknya secara rutin telah berkoordinasi dengan dinas terkait dan aparat kewilayahan untuk melakukan razia di sejumlah indekos dan kontrakan. "Itu semua kita lakukan sebagai langkah antisipasi, termasuk aksi teror," kata Dadang.

Comments

Popular posts from this blog

Koordinator MAKI Menilai Perpres BPIP Tidak Dipersiapkan Dengan Matang

Dua Pria Selundupkan Narkoba 1,5 Kg dari Pekanbaru ke Banjarmasin

Presiden RI Jokowi Ajak Pebisnis Australia Investasi di ASEAN