PT Pertamina Ajukan Kenaikan Harga BBM Kepada Pemerintah

PT Pertamina Ajukan Kenaikan Harga BBM Kepada Pemerintah


PT Pertamina Ajukan Kenaikan Harga BBM Kepada Pemerintah
Seputar Berita Update - PT Pertamina Ajukan Kenaikan Harga BBM Kepada Pemerintah


Seputar Berita Update - Tidak hanya PT.Shell Indonesia nantinya PT Pertamina juga akan mengajukan kenaikan harga Bahan Bakar Bensin (BBM) non subsidi kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa untuk saat ini Pertamina masih fokus berupaya menyediakan BBM jenis Premium kepada masyarakat. Hal itu tersebut telah terrencana revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak yang mewajibkan BBM Premium disalurkan di wilayah Jamali. 

"Untuk sekarang kita sedang memfokuskan dan juga mepersiapkan Perpres ini, dalam waktu yang bersamaan akan kita usulkan juga kenaikan harga BBM, tetapi kami belum ajukan," kata Nicke Widyawati.
Nicke Widyawati juga sendiri masih tidak mau merinci kapan PT. Pertamina bakal mengajukan kenaikan harga tersebut, karena masih perlu dilakukan pengkajian. Direktur Utama Pertamina itu hanya mengatakan pada saat ini perseroan masih sibuk mengurus kebutuhan BBM masyarakat terutama jelang Lebaran nanti.

"Tapi untuk saat ini masih dikaji, tugas utama kami adalah melayani masyarakat, apalagi jelang Lebaran" kata Nicke.

Sebelumnya, PT Shell Indonesia terlebih dahulu mengajukan kenaikan harga BBM non subsidi kepada pemerintah dan pada saat ini juga pemerintah masih mengevaluasi pengajuan tersebut.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pemerintah masih belum memutuskan usulan PT. Shell Indonesia untuk menaikkan harga BBM nya.

"Untuk saat ini masih bisa kami putuskan ajuan tersebut, karena pada SOP kita itu setiap bulan paling cepat mengajukan ke kita kalau ada perubahan harga, maka dari itu kita tunggu dalam waktu sebulan ini," kata Djoko Siswanto.

Comments

Popular posts from this blog

Koordinator MAKI Menilai Perpres BPIP Tidak Dipersiapkan Dengan Matang

Dua Pria Selundupkan Narkoba 1,5 Kg dari Pekanbaru ke Banjarmasin

Presiden RI Jokowi Ajak Pebisnis Australia Investasi di ASEAN