Pemerintah Berencana Buka Sekolah Olahraga Khusus Kaum Difabel di Solo
Pemerintah Berencana Buka Sekolah Olahraga Khusus Kaum Difabel di Solo
| Seputar Berita Update - Pemerintah Berencana Buka Sekolah Olahraga Khusus Kaum Difabel di Solo |
Pembukaan sekolah tersebut dimaksudkan untuk meregenerasi atlet-atlet paragames. Rima Ferdianto, salah satu perancang SKO mengatakan, sekolah ini telah direncanakan sejak tahun lalu. Tepatnya setelah Indonesia menjadi juara umum ASEAN Para Games di Malaysia.
"Kemenpora dengan National Paralympic Committee (NPC) sudah merencanakan ini tahun lalu. Waktu diterima Presiden di Istana, kami meminta dibuatkan sekolah olahraga seperti Ragunan, tapi khusus difabel. Dan pak Jokowi langsung merespons. Katanya akan dibuatkan," kata Rima Ferdianto.
Rima Ferdianto menyampai setelah dibukanya sekokah tersebut nantinya juga akan merekrut 38 siswa untuk usia SMP dan SMA dari seluruh Indonesia pada angkatan pertama. Untuk sementara, SKO baru dibuka untuk 4 cabang olahraga. Yakni cabang renang, tenis meja, atletik dan bulu tangkis. Untuk biaya pendidikan, seluruhnya akan ditanggung pemerintah.
"Untuk kriteria, kita masih menunggu keputusan Kemenpora, tapi syaratnya seluruh siswa harus memiliki prestasi di bidang olahraga. Minimal harus punya prestasi di Peparpenas," jelasnya.
Biasanya, lanjut dia, ketika atlet berprestasi di nasional kemudian kembali ke daerah. Akibatnya mereka kurang bisa maksimal. Untuk itu pihaknya akan menarik ke SKO.
"Saya belum tahu kapan gedung SKO dibangun. Untuk sementara, pemerintah menyiapkan asrama di Yayasan Insan Sembada, Solo," kata Ketua Panpel Tenis Meja INAPGOC itu.
Nantinya para siswa juga akan dititipkan di sekolah umum inklusi untuk mendapatkan pelajaran nonolahraga. Untuk pelajaran olahraga, disiapkan beberapa lokasi untuk latihan, seperti di Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari.
Comments
Post a Comment