Ketua DPR Bambang Soesatyo Janjikan Revisi Undang-Undang Tipikor

Ketua DPR Bambang Soesatyo Janjikan Revisi Undang-Undang Tipikor


Ketua DPR Bambang Soesatyo Janjikan Revisi Undang-Undang Tipikor
Seputar Berita Update - Ketua DPR Bambang Soesatyo Janjikan Revisi Undang-Undang Tipikor


Seputar Berita Update - Ketua DPR Bambang Soesatyo menjanjikan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau yang lazim disebut UU Tipikor. Bambang Soesatyo mengatakan DPR dalam posisi menerima usulan dari pemerintah.

"Ya begitu kita terima dari pemerintah pasti akan kita upayakan masuk di Prolegnas, tapi ini kan kita lagi review," kata Bamsoet, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2018).

Bambang Soesatyo menyebutkan ada banyak revisi UU yang tengah digarap DPR. Ke depan, Bamsoet mengaku akan meninjau kembali UU mana saja yang lebih urgen untuk direvisi.

"Makanya kita akan review mana-mana yang bisa," kata Bamsoet.

Menurut Bamsoet, masukan-masukan dari KPK berkaitan dengan revisi UU itu akan menjadi pertimbangan. Selain itu, Bamsoet juga meyebut polemik tentang tindak pidana khusus yang masuk dalam RKHUP juga sudah dibahas.

"Sudah masuk apa yang menjadi aspirasi KPK. Sudah terakomodir di sana karena sudah dibahas dalam para akademisi. Kajian dari para akademisi sudah ada, dari KPK sudah ada, dari stakeholder lain sudah ada. Tinggal finalisasi bagaimana mekanisme UU di DPR bersama pemerintah," kata Bamsoet.

Terakhir pada Senin, 23 April lalu, Ketua KPK Agus Rahardjo berharap revisi UU Tipikor segera terealisasi. Menurut Agus, revisi UU itu penting agar pemberantasan korupsi dapat menyeluruh ke semua sektor.

"Antara lain yang di UNCAC (United Nations Convention against Corruption) yang belum kita miliki hasil recovery. Saya tidak tahu ini sudah masuk mana. Di dalamnya, banyak sekali hal yang perlu kita perhatikan UU Korupsi di private sector," kata Agus.

Comments

Popular posts from this blog

Koordinator MAKI Menilai Perpres BPIP Tidak Dipersiapkan Dengan Matang

Dua Pria Selundupkan Narkoba 1,5 Kg dari Pekanbaru ke Banjarmasin

Presiden RI Jokowi Ajak Pebisnis Australia Investasi di ASEAN