Arie Yuriwin : Pembebasan Lahan Proyek LRT Jabodetabek Mencapai 80 Persen

Arie Yuriwin : Pembebasan Lahan Proyek LRT Jabodetabek  Mencapai 80 Persen


Arie Yuriwin : Pembebasan Lahan Proyek LRT Jabodetabek  Mencapai 80 Persen
Seputar Berita Update - Arie Yuriwin : Pembebasan Lahan Proyek LRT Jabodetabek  Mencapai 80 Persen


Seputar Berita Update - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan telah mengumpulkan pejabat negara untuk rapat mengenai light rail transit (LRT).

Rapat yang diagendakan pukul 14.30 WIB ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengatur Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Arie Yuriwin.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan rapat LRT yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan ini membahas mengenai pembebasan serta TOD Dukuh Atas, Jakarta.

"Evaluasi pembebasan lahan sama pertemuan LRT Adhi Karya dan Jakpro yang di Dukuh Atas," kata Bambang di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Bambang mengatakan pembangunan TOD Dukuh Atas ini juga memisahkan antara jalur LRT Jakarta dengan Jabodebek. Pemisahan jalur juga sebagai syarat pembangunan TOD.

"TOD nanti yang bangun MRT, penyelenggara MRT, desain macam-macam ada transitnya, ada comercial areanya ada permukiman, office-nya," kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Arie Yuriwin mengatakan, pembebasan lahan proyek LRT Jabodetabek sudah mencapai 80%.

"Sudah 80%. Tinggal 2 lokasi yang belum tahapan pengumuman sama pembayaran," kata Arie.

Beberapa titik yang belum terbebas itu antaranya lahan untuk depo LRT di Bekasi, Jawa Barat yang saat ini juga sudah dilakukan penetapan lokasi.

"Sehingga untuk depo dan trase bisa kita selesaikan kira-kira Agustus Minggu kedua," kata Arie.

Comments

Popular posts from this blog

Koordinator MAKI Menilai Perpres BPIP Tidak Dipersiapkan Dengan Matang

Dua Pria Selundupkan Narkoba 1,5 Kg dari Pekanbaru ke Banjarmasin

Presiden RI Jokowi Ajak Pebisnis Australia Investasi di ASEAN