Presiden RI Joko Widodo : Pentingnya Peran Ulama Dalam Mengatasi Hoaks di Pilkada 2018
Presiden RI Joko Widodo : Pentingnya Peran Ulama Dalam Mengatasi Hoaks di Pilkada 2018
| Seputar Berita Update - Presiden RI Joko Widodo : Pentingnya Peran Ulama Dalam Mengatasi Hoaks di Pilkada 2018 |
Seputar Berita Update - Di depan para ulama, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya peran ulama dalam mendinginkan suasana dan meluruskan kebohongan atau hoaks di tengah masyarakat jelang Pilkada 2018.
"Karena sekarang ini 171 daerah yang menggelar Pilkada, baik pemilihan Bupati, Wali Kota, Gubernur, di seluruh tanah air, oleh karena ini saya mengajak para ulama ikut mendinginkan situasi, menyejukkan situasi, meluruskan hal-hal yang di bawah saya melihat, kadang-kadang, yang namanya politik, itu yang namanya kabar bohong, hoaks, fitnah, berseliweran," kata Jokowi di Istana Bogor,
Jokowi kembali menekankan bahwa penyebaran berita bohong dan fitnah itu menjadi fenomena umum.
"Di mana pun ujaran kebencian itu ada dan berseliweran di mana-mana," kata dia.
Pada kesempatan ini, Presiden mengumpulkan 96 ulama dan kiai Jawa Barat. Para tokoh agama itu berasal dari Kota Depok, kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.
Baginya, silaturahmi antara pemimpin politik dan tokoh agama adalah hal penting bagi kemajuan negara.
"Karena saya meyakini, bahwa negara Indonesia akan semakin besar, semakin kuat, apabila ulama dan umarah (pemimpin) beriringan, sering bertemu dan sering bersilaturahmi.
Saat bertemu dengan 100 ulama dari Jawa Barat yang berasal dari pimpinan pondok pesantren dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/4), Jokowi mengaku akan membuka pintu seluas-luasnya bagi ulama untuk memberi masukan kepada pemerintah.
"Kalau memang [ulama] ingin memberikan masukan-masukan atau input-input bagi kebaikan provinsi, kebaikan daerah maupun kebaikan negara ini ya kami akan terima di Istana," kata dia.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung berpendapat silaturahmi dengan ulama diperlukan sebab Jokowi ingin mendengarkan suara masyarakat tentang berbagai hal.
Pramono turut menekankan silaturahmi tak hanya dilakukan bersama ulama, melainkan juga tokoh dan pemuka seluruh agama di Indonesia
Comments
Post a Comment