Presiden RI Joko Widodo : Pemerintah Harus Lengkapi Data Agar Bisa Saling Membangun

Presiden RI Joko Widodo : Pemerintah Harus Lengkapi Data Agar Bisa Saling Membangun


Presiden RI Joko Widodo : Pemerintah Harus Lengkapi Data Agar Bisa Saling Membangun
Seputar Berita Update - Presiden RI Joko Widodo : Pemerintah Harus Lengkapi Data Agar Bisa Saling Membangun


Seputar Berita Update - Presiden Joko Widodo mengatakan pihak-pihak yang ingin menyampaikan kritik kepada pemerintah sebaiknya melengkapinya dengan data untuk saling membangun.

"Sekarang masyarakat sudah dewasa, sudah matang, sudah mengerti, bisa membeda-bedakan. Dan semuanya kalau mengkritik itu ada datanya, berbasis data dan bisa mencarikan solusi alternatif," kata Jokowi dalam sambutannya saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018 di Kota Bogor, Jawa Barat.

Menurut Jokowi, bangsa Indonesia masih memiliki pekerjaan besar dalam membangun infrastruktur di wilayah pelosok. Rintangan medan dan kendala di lapangan menjadi hambatan yang perlu diselesaikan bersama dalam pembangunan itu.

Ia menyebut pembangunan infrastruktur tersebut seperti jalan Trans Papua dan di Kalimantan Utara.

Untuk Papua, kata Jokowi, keadaan geografis masih menjadi kendala, salah satunya karena pembangunan jalan juga dilakukan di ketinggian 3.300 meter di atas permukaan laut.

"Itulah betapa sulitnya geografis yang ada di Papua. Tetapi ya, harus kita bangun karena itu menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menggerakkan ekonomi daerah serta mengangkat kesejahteraan penduduk.

"Saya titip marilah kita bersama-sama kita awasi pembangunan infrastruktur, awasi kualitasnya. Pembagian Kartu Indonesia Sehat yang gratis, yang sekarang mencapai 92 juta itu juga diawasi," katanya.

Jokowi juga menjelaskan sertifikasi tanah masyarakat sedang berjalan dan setiap tahun target penerbitannya bertambah. Pada 2017, pemerintah menargetkan penerbitan sertifikat tanah masyarakat sebanyak 5 juta sertifikat.

Sementara pada 2018, target penerbitan sertifikat tanah naik 2 juta menjadi sebanyak 7 juta sertifikat dan 2019 hingga 9 juta.

Sebelumnya, Amien Rais sempat mengkritik Jokowi terkait sertifikat tanah. Dia menyebut program sertifikasi tanah sebagai bentuk pembohongan.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien awal Maret lalu. 

Comments

  1. SITUS AGEN BANDAR POKER DOMINO ONLINE TERBAIK & TERPERCAYA DI INDONESIA. Mari bergabung bersama kami Dapatkan Bonus Menarik Dari Bonus Cashback 0,3% Dibagikan Setiap Harinya * Bonus Referral 20% Seumur Hidup * Proses Deposit & Withdraw Hanya 3 Menit Bisa Menikmati 7 Permainan Dalam 1 user id loh
    POKER , ADUQ , BANDARQ , BANDAR POKER , DOMINO99 , CAPSA SUSUN , SAKONG Dijamin 100% Fair Player Vs Player, Online 24 jam & 100% Pasti Bayar, Kami Juga Menyediakan Aplikasi Bagi Anda Yang Bermain Melalui ANDROID Ataupun IPHONE. DAFTAR Sekarang, MAIN Sekarang, dan MENANGI Sekarang Kami Tunggu ya
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
    - BBM : 2BB85432
    - skype : mediaqq
    - Instagram :mediaqqnet
    buruan daftar ya sekarang juga... aku tunggu guys

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Koordinator MAKI Menilai Perpres BPIP Tidak Dipersiapkan Dengan Matang

Dua Pria Selundupkan Narkoba 1,5 Kg dari Pekanbaru ke Banjarmasin

Presiden RI Jokowi Ajak Pebisnis Australia Investasi di ASEAN