Presiden Jokowi Mengaku Kesulitan Tetapkan Program Padat Karya di Kabupaten Amsat

Presiden Jokowi Mengaku Kesulitan Tetapkan Program Padat Karya di Kabupaten Amsat


Presiden Jokowi Mengaku Kesulitan Tetapkan Program Padat Karya di Kabupaten Amsat
Seputar Berita Update - Presiden Jokowi Mengaku Kesulitan Tetapkan Program Padat Karya di Kabupaten Amsat


Seputar Berita Update - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui menemukan kesulitan menerapkan program padat karya tunai di wilayah Kabupaten Asmat, Papua. Kondisi geografis jadi salah satu penyebab sulitnya program tersebut diterapkan.

"Ya ini memang berbeda. Jadi kalau di Provinsi lain bisa tapi kalau di Provinsi Papua itu untuk padat karya saya kira belum memungkinkan," kata Jokowi saat meninjau proyek pembangunan penampungan air di Kabupaten Asmat, Papua..
Menurutnya, ada sejumlah hal yang menyebabkan program padat karya tunai sulit dilakukan di Papua, khususnya Asmat. Misalnya, kata Jokowi, kontur tanah di Asmat yang cenderung berair sehingga sulit menanam tanaman untuk bertani dan berkebun.
"Kemudian juga padat karya memerlukan keahlian-keahlian baik tukangnya, pembantu tukangnya, sehingga ini semuanya masih dikerjakan seperti proyek biasa," kata Jokowi.
Meski demikian, kendala tersebut dikatakan Jokowi tak membuat pemerintah menjadi pesimis. Program padat karya tunai tetap akan melibatkan masyarakat sekitar di Papua. Contohnya, kata dia, pada proyek pembangunan penampungan air di Asmat.
"Tetapi di sini melibatkan masyarakat. Ada 120 orang," kata  Jokowi.
Pembangunan penampungan air diharapkan membantu warga Asmat mendapatkan air yang lebih bersih. Sehingga bermanfaat bagi kesehatan mereka. "Ini akan memudahkan kita menangani yang berkaitan dengan gizi anak, kesehatan, dan pendidikan," tegas Jokowi.

Comments

Popular posts from this blog

Koordinator MAKI Menilai Perpres BPIP Tidak Dipersiapkan Dengan Matang

Dua Pria Selundupkan Narkoba 1,5 Kg dari Pekanbaru ke Banjarmasin

Presiden RI Jokowi Ajak Pebisnis Australia Investasi di ASEAN