Penyidikan Kasus Tumpahan Minyak Pertamina Masih Belum Selesai

Penyidikan Kasus Tumpahan Minyak Pertamina Masih Belum Selesai


Penyidikan Kasus Tumpahan Minyak Pertamina Masih Belum Selesai
Seputar Berita Update - Penyidikan Kasus Tumpahan Minyak Pertamina Masih Belum Selesai


Seputar Berita Update - Polisi telah menetapkan nakhoda kapal MV Ever Judger, ZDY (50) jadi tersangka dalam kasus patahnya pipa Pertamina di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. jangkar kapal MV Ever Judger mengenai dan menjadi penyebab patahnya pipa minyak.

Penyelidikan polisi tidak sampai di situ. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain dalam serangkaian kasus tersebut.
"Penyidikan belum final. Kita masih tunggu juga hasil laboratorium forensik, soal sumber api dari mana. Kita ketahuikan, munculnya kobaran api, ada korban meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana.
Dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang terus berjalan oleh tim Ditreskrimsus Polda Kalimantan Timur dan juga Bareskrim Polri, penyidik menggunakan UU No 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
"Kita juga gunakan Undang-Undang Lingkungan Hidup, perlu saksi ahli soal air laut lampaui baku mutu. Tim terus bekerja, munculnya api masih dalam proses penyelidikan," kata Ade.
Dalam kasus itu, ada banyak barang bukti yang dikantongi tim penyidik seperti patahan pipa Pertamina, Kapal MV Ever Judger, dan sampel air laut yang tercemar limbah minyak mentah.
"Pipa itu juga kan sebelumnya dilindungi cor beton, tim ambil sampel, termasuk kawat beton yang menempel di jangkar. Itu juga bagian dari penyelidikan Puslabfor, soal identiknya material di pipa dan material di jangkar," kata Ade.
"Yang jelas, kemunculan api itu, masih dari bagian pekerjaan tim saat ini," demikian Ade kembali menegaskan. 

Comments

Popular posts from this blog

Koordinator MAKI Menilai Perpres BPIP Tidak Dipersiapkan Dengan Matang

Dua Pria Selundupkan Narkoba 1,5 Kg dari Pekanbaru ke Banjarmasin

Presiden RI Jokowi Ajak Pebisnis Australia Investasi di ASEAN