Moeldoko : Keputusan Kasus Rizieq Ada di Presiden Jokowi

Moeldoko : Keputusan Kasus Rizieq Ada di Presiden Jokowi 


Moeldoko : Keputusan Kasus Rizieq Ada di Presiden Jokowi
Seputar Berita Update - Moeldoko : Keputusan Kasus Rizieq Ada di Presiden Jokowi 


Seputar Berita Update - Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengklarifikasi pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dan tokoh Persaudaraan Alumni 212.

Dalam jumpa pers yang digelar kemarin, Tim 11 Ulama Alumni 212 menyatakan dalam pertemuan mereka dengan Jokowi membahas soal kriminalisasi ulama, salah satunya terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menanggapi itu, Moeldoko menegaskan dalam konteks hukum, Presiden Jokowi tidak bisa intervensi. Tapi dalam konteks kemanusiaan mungkin ada pertimbangan lain.

"Sekali lagi harus bisa dibedakan konteksnya. Mungkin ada pertimbangan kemanusiaan. Pertimbangannya seperti apa bisa diajukan, Presiden yang membuat keputusan," kata Moeldoko

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan dengan Alumni 212 merupakan bukti bahwa Jokowi selaku presiden memberi kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk menjalin komunikasi yang baik.

Mantan Panglima TNI itu pun tak setuju bahwa dalam konteks politik orang yang berbeda pandangan dikatakan sebagai lawan. Dalam kontestasi politik, kata Moeldoko, yang dipikirkan adalah mitra demokrasi, bukan lawan tanding.

Jokowi, lanjut dia, juga memandang semuanya sebagai mitra demokrasi. Atas dasar itu, sambung Moeldoko, maka seluruh komponen bangsa harus ditempatkan pada posisi seimbang.

Hal itu pula, sambung Moeldoko, dilakukan dengan harapan dalam pengelolaan negara tak diributkan gonjang-ganjing, serta tercipta ketenangan agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Tujuan akhirnya, tegas dia, agar pemerintah bisa menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.

"Tapi kalau negara gonjang-ganjing terus, tentu akan mengganggu konsentrasi Presiden, yang pada akhirnya sasaran-sasaran itu menjadi tidak bisa berjalan efisien dan efektif," kata Moeldoko.

Comments

Popular posts from this blog

Koordinator MAKI Menilai Perpres BPIP Tidak Dipersiapkan Dengan Matang

Dua Pria Selundupkan Narkoba 1,5 Kg dari Pekanbaru ke Banjarmasin

Presiden RI Jokowi Ajak Pebisnis Australia Investasi di ASEAN