LinkedIn Rentan Kebocoran Data Pengguna
LinkedIn Rentan Kebocoran Data Pengguna
![]() |
| Seputar Berita Update - LinkedIn Rentan Kebocoran Data Pengguna |
Masalahnya, cara untuk masuk dalam daftar putih (whitelist) LinkedIn cukup mudah dan sudah tersedia selama bertahun-tahun untuk mereka yang menggunakan Solusi Pemasaran milik LinkedIn. Sehingga, bisa saja situs yang sengaja ingin memanen data pengguna memanfaatkan celah ini. Bug ini pertama kali ditemukan oleh peneliti keamanan (white hat hacker), Jack Cable. Ia sudah memberitahukan kerentanan ini ke LinkedIn pada tanggal 9 April lalu. Saat itu, LinkedIn langsung memperbaikinya tanpa memberitahukan ke publik.Meski demikian, Cable bersikeras bahwa kecacatan itu masih ada. Ia lantas melakukan percobaan pada situs pribadinya. Hal ini dilakukan untuk membuktikan fitur pengisian otomatis LinkedIn bisa memunculkan data pribadi pengguna tanpa izin.
Skandal soal penggunaan data pribadi menjadi perhatian publik setelah Facebook terkena getahnya. Kali ini perhatian yang sama tertumpah ke Linkedln. Tapi bukan hanya dua perusahaan teknologi ini yang rentan pencurian data pengguna. Kurang lebih ada sekitar 70 situs web yang memiliki resiko, diantaranya Twitter, Salesforce milik Amazon, dan Twilio. Pasalnya, sebanyak 84 persen kerentanan sistem XSS diketahui menjadi masalah besar dalam temuan Symantec pada tahun 2008.

Comments
Post a Comment