Kelapa Sawit Masih Jadi Andalan RI Ekspor di Tahun Ini
Kelapa Sawit Masih Jadi Andalan RI Ekspor di Tahun ini
![]() |
| Seputar Berita Update - Sawit Masih Jadi Andalan RI Genjot Ekspor di Tahun Ini |
Seputar Berita Update - Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mengandalkan produk turunan kelapa sawit, salah satunya minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk menggenjot ekspor tahun ini yang ditargetkan tumbuh sebesar 11 persen.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda mengatakan bahwa barang yang diekspor tak hanya berupa bahan mentah melainkan juga produk turunan dari CPO. Dengan demikian, ada nilai tambah dari penjualan ekspor tersebut.
"Negara tujuan ekspor utama Indonesia untuk berbagai macam produk ke China lalu Jepang," katanya Arlinda.
Tak hanya itu, negara Singapura juga akan menjadi tujuan utama ekspor dari Indonesia. Arlinda menyebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga meminta agar ekspor dilakukan ke Timur Tengah dan Asia Selatan.
"Lalu ke Afrika dan Amerika Latin," kata Arlinda.
Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah juga akan mendorong ekspor produk makanan dan minuman, kertas, serta barang yang terbuat kayu. Untuk makanan dan minuman sendiri, Arlinda menginginkan ekspor pengolahan ikan dan udang ikut terdongkrak tahun ini.
"Kalau barang dari kayu contohnya mebel, target dari mereka (pengusaha furniture) US$5 miliar," katanya Arlinda.
Secara terpisah, Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Sunoko menyebut ekspor yang dilakukan tidak berupa bahan baku, melainkan barang jadi yang memiliki nilai tambah yang tinggi.
"Kami saat ini sudah dibantu oleh beberapa kementerian, baik berupa regulasi maupun dana sponsor," kata Sunoko.
Saat ini, menurut dia, pengusaha mebel dan kerajinan dalam negeri berniat bekerja sama dengan investor dari China untuk ikut mengolah bahan baku dari Indonesia menjadi barang jadi.
"Nanti mereka (investor China) membuat finsishing nya lalu akan ekspor ke seluruh dunia termasuk ke China sendiri," kata Sunoko.
Ia berharap, ekspor mebel ke China mencapai US$1,3 miliar. Kerja sama ini dianggap Sunoko sebagai langkah yang tepat dibandingkan bila harus saling berkompetisi.
"Bila perang dan kompetisi kami tidak akan menang, jadi satu-satunya cara harus bermitra," kata Sunoko

Comments
Post a Comment