Harga BBM dari Pengecer Premium Jadi Rp 9.000 per Liter

Harga BBM dari Pengecer Premium Jadi Rp 9.000 per Liter

Harga BBM dari Pengecer Premium Jadi Rp 9.000 per Liter
Seputar Berita Update - Harga BBM dari Pengecer Premium Jadi Rp 9.000 per Liter


Seputar Berita Update - Pedagang bensin eceran di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, mematok harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium tak kurang dari Rp 9.000 per liter. Harga tersebut boleh dibilang seragam antara pedagang satu dengan pedagang lainnya.

"Saya di sini jual Premium harganya Rp 9.000 per liter, harga ini sudah dari dua bulan yang lalu belum naik," kata Krisna Palevi, salah satu pengecer Premium.

Premium yang dijual di tempatnya itu lebih mahal Rp2.450 per liter dibandingkan dengan yang di jual di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) yang dipatok Rp 6.550 per liter.

Meskipun berbeda cukup jauh dari harga yang ada di SPBU, stok Premium dagangannya diklaim laku keras dan selalu habis diserbu pembeli tiap harinya. Gerobak jualan miliknya sudah ludes saat malam hari.

Krisna menyebut keuntungan yang dikantonginya dari penjualan Premium mencapai Rp 1.000 - Rp 1.700 per liter. Sementara sisa dari selisih harga resmi di SPBU Pertamina diberikan kepada petugas pom bensin tempat ia membeli stok dagangannya sebagai 'uang rokok'.

"Biasanya kalau beli ke pom bensin (SPBU) itu saya kasih uang rokok Rp 10.000 per jerikan (isi 36 liter) ke petugasnya supaya dilayani. Saya juga biasanya datang pas waktu subuh, kalau sudah lewat dari waktu subuh enggak akan dilayani sama petugasnya" kata dia.

Premium yang dibeli darinya digunakan sebagai bahan bakar generator listrik (genset) atau sebagai penguras mesin sepeda motor. Ada juga yang membeli Premium darinya untuk dicampur dengan BBM jenis Pertamax.

Krisna mengaku mengetahui soal kelangkaan Premium. Kendati demikian, ia bilang belum ada niatan untuk mengerek harga bensin dengan nilai oktan 88 tersebut.

Pedagang bensin eceran lainnya di kawasan Pesing, Jakarta Barat, Abdul Hasan (34 tahun) juga maklum kalau Premium tengah langka dan dicari oleh masyarakat. Kendati demikian, lelaki yang baru enam bulan berjualan bensin eceran ini mengaku tidak tertarik untuk berjualan Premium.

Ia justru lebih memilih berjualan BBM nonsubsidi jenis Pertalite atau Pertamax dalam dua bulan terakhir.

"Banyak sih yang cari Premium, tapi saya enggak ada. Sekarang kan sudah ada Pertalite, makanya saya enggak jual premium," katanya.

Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan kelangkaan Premium di wilayah Jabodetabek. Keluhan semakin meningkat setelah Pertamina mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertalite sebesar Rp 200 per liter. Hal ini membuat harga BBM RON 90 itu sekitar Rp 7.800 per liter di Jakarta.

Comments

Popular posts from this blog

Koordinator MAKI Menilai Perpres BPIP Tidak Dipersiapkan Dengan Matang

Dua Pria Selundupkan Narkoba 1,5 Kg dari Pekanbaru ke Banjarmasin

Presiden RI Jokowi Ajak Pebisnis Australia Investasi di ASEAN